-Anonim-

Heii

Apakah kamu sedang berada di fase yang tidak mau ngapa-ngapain, malas kenal orang baru dan malas jalin komunikasi sama siapapun? Kamu harus baca ini!.

Aku pernah berada di fase seperti itu, bahkan untuk bertemu orang saja sudah malas duluan. Ada notifikasi masuk tetap saja tidak mooduntuk membuka dan membalasnya. Teman-teman ngajakin keluar kumpul-kumpul, masih saja tidak mooduntuk bergerak. Pokonya kalo bisa handphonenya di airplane modeaja terus atau di do not disturb. So, No one can contact me.

Aku pernah bertanya ke teman-teman dan kakak yang umurnya lumayan beda jauh, kata mereka sih setiap orang pasti bakalan melewati fase ini dan ini tuh memang normal. Katanya biarkan aja, fase ini akan hilang dengan sendirinya. Setelah mengikuti saran itu, aku mikir lagi ‘kok aku makin terbawa dengna zona nyaman yang diberikan fase ini?’. Dari situ baru aku sadar, aku tidak bisa membiarkan diriku terhanyut dengan nyaman-nyaman sekilas seperti nyaman-nyaman yang diberikan oleh fakboi. Eh eh.

Oke lanjut, mulai di hari yang sama juga aku mulai searching apa yang bisa aku lakuin. Dari kerjaan sampe volunteeringudah dicari semua. Akhirnya iseng-iseng untuk mendaftar volunteer. Walaupun masih dalam keadaan yang belum mooduntuk bertemu dengan orang baru, aku bilang lagi ke diriku sendiri ‘yaudah sih itu urusan nanti, daftar saja dulu’.

So, two weeks laterdan ternyata aku keterima. Maybekomunitasnya memang lagi butuh volunteer banyak karena eventbesar. Jadi waktu itu kegiatan komunitas mengenai orang-orang dengan penyandang disabilitas khusus terutama (mohon maaf) ‘tuna rungu’. Aku mendaftar di eventini sendirian dan aku benar-benar tidak kenal siapapun disana, jadi untuk pergi kepertemuan volunteeraku sempat mikir lagi ‘atau jangan pergi?’. But I decided to go.

Acaranya benar-benar besar, volunteersangat banyak dan aku sempat mikir lagi (mikir aja terus) ‘yes aku aman’. Maksudnya aku aman dari basa-basi sana sini, kenalan ini itu dan lain-lain karena banyak orang mungkin aku tidak di notice. Tapi dengan ajaibnya dari sekian banyak orang, aku dapat jobyang paling penuh tantangan, bagian berbicara dengan orang penyandang disabilitas. Heii, aku bisa kok. Aku jago kalo bicara butini bukan sekedar bicara tapi aku harus memahami dan mengartikan kemudian menyampaikan pesan lagi agar komunikasi kita bisa berjalan. Untuk itu sebelum benar-benar berkomunikasi langsung, aku dan beberapa volunteerdi trainingkilat bahasa isyarat. Wow, aku langsung tau kalo orang-orang yang ada di komunitas ini orang-orang hebat. Siapa lagi yang mau merepotkan dirinya utuk orang yang baru mereka kenal? Aku tiba-tiba malu dengan diriku yang malah tidak mau bergerak mengikuti kegiatan seperti ini sejak dulu. Kenapa aku bisa pernah setidak peduli itu?. Bagaimana aku bisa tidak tergerak saat melihat senyum orang-orang yang bahagia karena kita bisa mengerti apa yang mereka maksud. Saat itulah yang menjadi titik balik pertama di hidup aku, aku mulai mengikuti berbagai macam volunteeringdan benar-benar menikmatinya. Bukan sekedar hanya untuk mengalihkan diri lagi, tapi I loved it!.

Jadi buat kamu yang masih terjebak dalam fase tidak ingin ngapa-ngapain, coba-coba aja dulu volunteeringsiapa tau cocok. Tapi satu hal lagi yang harus kamu ingat agar tidak terjebak kembali di fase itu. Kamu manusia biasa bukan avatar, saat kamu merasa jenuh, rehat! Kemudian lanjutkan lagi perjuangan. Semangat buat kamu yang masih berjuang mengeluarkan diri dari fase itu, dari aku yang udah berhasil lolos 🙂