-Rian Maulana-

Kata orang aku payah dan rapuh
Kata orang aku juga tak berkeahlian
Mereka sering merendahkanku bahkan dalam keramaian
Aku yang terlalu diam atau mulut mereka yang suka menista?
Entahlah, pikiranku sedang berat menimang ocehan-ocehan tak berujung itu

Tahun demi tahun telah berganti
Aku tetap menjalani hari-hari seperti biasanya
Bersama keluarga dan sepasang sahabat yang kupunya
Merekalah yang sering menopang kembali semangatku yang kerap menurun
Tentu aku sangat bersyukur karena Tuhan telah dan masih menempatkan mereka di hidupku

Aku memang sering diam tak melawan
Namun tidakkah mereka tahu, jika kesabaran seseorang juga ada batasnya?
Bahkan seseorang bisa saja memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan tekanan yang semakin memuncak?
Entah perasaan macam apa yang mereka pelihara selama ini sehingga tidak mempedulikan keadaan orang lain
Merendahkan orang lain seolah mereka manusia tanpa cacat

Umurku semakin bertambah
Begitu juga pemikiranku yang kian menuju dewasa
Aku mulai dapat membedakan mana yang penting dan juga yang tidak perlu untuk dipusingkan
Aku juga mencoba agar tidak terpengaruhi oleh hinaan mereka
Biarkan saya mereka mengoceh sepuas hati
Yang terpenting aku tidak membalas celaan mereka dengan celaan baru
Karena jika aku melakukannya, itu artinya aku juga sama dengan mereka
Asalkan apa yang aku lakukan tidak merugikan dan menyalahi norma maka tidak ada alasan bagiku untuk takut

Karena akan selalu ada celah bagi pendengki untuk mengkritik dan mencela
Bahkan perbuatan yang paling mulia sekalipun akan terlihat sebagai dosa baginya
Urusanku hanya menuntut ilmu, mengabdi kepada Tuhan, dan berperilaku terpuji terhadap sesama manusia
Untuk hasilnya, sepenuhnya kuserahkan kepada Tuhan yang Maha Tahu