Pada masa pandemi ini banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19.  Bagi sebagian orang, rasa stres dan cemas menghadapi pandemi corona bisa sampai mengganggu kesehatan mental. Itulah mengapa sangat penting menemukan cara untuk mengelola dampak negative tersebut, salah satu solusinya adalah dengan berkebun. 

Mengapa Berkebun Baik untuk Kebahagian dan Kesehatan Mental

Aktivitas berkebun menjadi hiburan saat sedang jenuh. Selain itu, mengolah lahan bisa membuat suasana hati menjadi senang, bahkan tenang saat sedang terkena masalah. Sangat mudah mengatakan pada diri sendiri untuk tidak khawatir tentang hal-hal yang tidak bisa kita ubah, tapi  realitanya sangat sulit untuk dilakukan. Sebuah studi berjudul “Allotment Gardening and Health: A Comparative Survey Among Allotment Gardeners and Their Neighbors Without an Allotment”, yang dilakukan oleh Agnes E van den Berg, dkk berkesimpulan bahwa berkebun memiliki efek positif bagi kebahagiaan, kepuasan hidup, serta rasa kesepian. Sedangkan penulis Sarah Rayner bilang bahwa berkebun baik bagi kesehatan mental karena ia membuat kita memiliki rasa tanggung jawab. Penulis Making Friends with Anxiety (2018) ini menulis bahwa berkebun membuat kita fokus pada kegiastan yang menyenangkan. Kegiatan seperti itu bisa berkontribusi untuk mengurangi depresi. Berkebun juga dapat memberikan rasa damai, karena waktu seolah berhenti dan kita tak lagi dikejarnya.

Dalam satu penelitian, peserta diminta untuk terlibat dalam kegiatan berkebun setiap hari dan dipantau selama 12 minggu. Pada akhir percobaan, kelompok melaporkan peningkatan gejala yang terkait dengan depresi selama, segera setelah, dan tiga bulan setelah akhir penelitian.

Kortisol adalah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh ketika kita mengalami stres. Tingkat peningkatan kronis dapat membuat kita lebih cenderung mengalami tekanan emosional, gangguan fungsi kekebalan tubuh, penyakit jantung, dan bahkan kenaikan berat badan. Menariknya, sebuah penelitian di Jepang menunjukkan kadar kortisol (dan tekanan darah) turun setelah partisipan menghabiskan waktu hanya 30 menit di alam. Sebuah penelitian di Kanada mendukung temuan ini dan menemukan bahwa kadar kortisol turun dan suasana hati membaik dari berkebun untuk jangka waktu yang sama.  Artinya, dengan menghabiskan setengah jam sehari dengan berkebun, bisa melindungi Kesehatan menjadi lebih bauk. Adapun beberapa manfaat dari berkebut sebagai berikut:

  • Berkebun membantu bersantai,

Bagi banyak orang, kedamaian yang terkait dengan berkebun bukan berasal dari aspek sosialnya, tetapi sebaliknya. Itu memungkinkan kita untuk melarikan diri dari orang lain. ‘Bunga-bunga indah untuk dilihat. Mereka tidak memiliki emosi atau konflik, “kata Freud. Merawat tanaman memungkinkan kita memanfaatkan bagian diri kita yang riang tanpa batas waktu, atau rekan kerja yang mengganggu. Selain itu, sifat ritmis dari banyak tugas yang terkait dengan hortikultura – menyiangi, memangkas, menabur, menyapu – memungkinkan pikiran untuk surut dan mengalir bersama dengan gerakan kita. Saya sering menyirami tanaman di sela-sela kegiatan mengerjakan tugas ataupun project kuliah ketika merasa stuck, dan seringkali solusi datang kepada saya jauh lebih mudah di sana daripada jika saya duduk menatap dan putus asa pada layar leptop saya. Pikiran-pikiran yang saling bersaing di dalam kepalaku entah bagaimana jernih dan tenang, dan gagasan-gagasan yang nyaris putus pun terbentuk dengan mudahnya.

  • Melepaskan hormon bahagia.

Untuk mengatakan bahwa berkebun mendorong kita untuk berolahraga dan menghabiskan waktu di luar rumah mungkin tampak pernyataan yang jelas, tetapi ada baiknya mengingatkan diri kita bahwa apa yang baik untuk tubuh juga baik untuk pikiran. Ketika saya tenggelam dalam tulisan itu bisa sangat mudah untuk melupakan ini, tetapi ketika kita berolahraga tingkat serotonin dan dopamin (hormon yang membuat kita merasa baik) naik dan tingkat kortisol (hormon yang terkait dengan stres), adalah diturunkan. Memang benar bahwa sesi di kebun bisa melelahkan, tetapi juga bisa menghilangkan energi berlebih sehingga membuat tidur lebih baik dan pada akhirnya merasa diperbarui di dalam

  • Merawat tanaman memberi kita rasa tanggung jawab.

Merawat tanaman adalah cara yang baik untuk belajar merawat dan menghormati makhluk hidup lainnya dan membantu mengembangkan apresiasi terhadap keajaiban alam. Berada di antara tanaman dan bunga mengingatkan kita untuk hidup di saat sekarang. Ketika kita melepaskan perenungan tentang masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan dan alih-alih fokus pada saat ini dan sekarang, kecemasan berkurang’. Jadi salah satu cara terbaik untuk menenangkan pikiran cemas dan mengangkat suasana hati adalah menjadi lebih ‘hidup’. 

  • Menjaga Pikiran Positif

Sejumlah studi membuktikan, berada di tengah-tengah alam baik untuk kesehatan mental. Efek yang sama juga bisa dirasakan saat seseorang berada di tengah-tengah tanaman yang dirawat di rumah. Saat berkebun, kamu bisa merasakan ada kehidupan di sekitar, kehangatan matahari, tanah di tangan, serta sepoi angin.

Bagaimana Memulai Berkebun

Tak seperti anggapan banyak orang, berkebun tak selalu membutuhkan lahan luas. Menurut Kementerian Pertanian, ada cara untuk melakukan budidaya tanaman sayuran pada lahan sempit, yakni dengan sistem vertikultur. Sistem ini merupakan sistem pertanian vertikal, yang didesain untuk masyarakat perkotaan, dengan lahan terbatas. Atau bisa juga dengan memaanfaatkan sudut rumah yang kosong sebagai ruang bercocok tanam. Kalau kondisi di luar rumah tidak memungkinkan, bahkan kita bisa berkebun di dalam ruangan.

Hal pertama yang menjadi utama dalam bercocok tanam ialah simpan smartphone di dalam rumah. Alih-alih, gunakan ini sebagai kesempatan untuk sepenuhnya hadir saat terhubung dengan dunia luar. Setelah semua, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ponsel yang berlebihan dikaitkan dengan kurang tidur dan perasaan stres dan depresi yang meningkat, jadi bersiap dan simpanlah sebentar smatphone tersebut.

Sekarang, saatnya untuk memulai, lakukan dari hal yang kecil dan sederhana. Ini seharusnya menenangkan, jadi jangan memaksakan diri untuk berusaha menjadi sempurna. Jika Anda punya ruang dan ingin menjadi ambisius, lakukan! Jika tidak, penanam sederhana sangat cocok baik Anda memiliki halaman besar atau hanya tempat di teras. Mudahkan diri Anda sehingga Anda dapat menikmati tangan Anda di tanah.

Seiring waktu, keterampilan berkebun Anda akan meningkat dan Anda akan siap untuk membawa hal-hal ke tingkat berikutnya. Bergabunglah dengan beberapa grup online, konsultasikan dengan toko taman lokal Anda, atau bahkan bacalah beberapa buku untuk mendapatkan inspirasi. Anda benar-benar bisa membuka pintu untuk sesuatu yang bisa menjadi gairah seumur hidup. Sisihkan beberapa jam untuk bersiap-siap, lalu sediakan waktu 30 menit untuk berkebun setiap hari. Mungkin ada sedikit trial-error pada awalnya, tetapi itu bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Penulis: NENI NURHAYATI