Definisi Insecure

Dalam teori hirarki kebutuhan manusia Maslow (1943), safety – insecurity perlu (agar aman, mis., Dari bahaya, penyakit, dan bencana) sangat mendasar sehingga sulit bagi manusia untuk bertahan hidup ketika kebutuhan ini tidak cukup terpenuhi, dan bahwa kebutuhan tingkat tinggi lainnya, seperti kepemilikan, tidak akan terwujud jika kebutuhan ini tidak terpenuhi.

Menurut  Maslow, Hirsh, Stein, dan Honigmann (1945), orang-orang yang merasa insecure secara psikologis memandang dunia sebagai ancaman, dan melihat hidup itu sendiri sebagai tidak aman. An dan Cong (2003) mengamati bahwa insecure/ketidakamanan dapat menghasilkan interpersonal yang sulit hubungan dan kecenderungan obsesif-kompulsif.

Ciri Perilaku Insecure

Selama interaksi sosial, individu sering mengalami rasa tidak aman interpersonal, termasuk perasaan tidak dicintai, dilindungi, dipercaya, atau dirawat

Penyebab Insecure

Tidak adanya dukungan emosional dari orang tua dan teman

Teori keterkaitan (attachment) Bowlby (1982), yang berpendapat bahwa anak-anak yang menerima dukungan emosional dari orang tua akan lebih kompeten secara sosial, hasil ini menyiratkan insecurity psikologis dapat dihindari jika orang tua memberi anak-anak lebih banyak dukungan emosional dan membesarkan mereka agar mandiri; dan

bahwa kecemasan emosional dapat dikurangi ketika keluarga dan teman-teman jujur ​​secara emosional dan mendukung.

  • Trauma
  • Perceraian
  • Kebangkrutan
  • Kehilangan hal – hal yang berharga
  • Kegagalan
  • Penolakan

Efek Insecure

Perasaan insecure ditambah harga diri yang rendah menjadi prediktor gejala depresi dan kecemasan/anxiety.

Hubungan kecemasan terhadap tumbuh kembang anak dari orang tua yang memiliki insecure

Penyebab munculnya kecemasan juga bervariasi seperti faktor keturunan atau faktor kekerasan pada anak. Kelekatan pada orang tua yang insecure juga menjadi salah satu sebab anak merasa cemas (Brumariu, kerns, and sebert, 2012) . Pada usia dini, kecemasan yang umum adalah berpisah dengan figur lekat (Nurhidayah, 2011). Bowlby (dalam main and solomon, 1986) terdapat 3 bentuk kelekatan antara antara anak dengan figur lekatnya yaitu secure attactment, insecure avodance dan insecure ambivalent. (Santrock, 2007) anak memiliki pola kelekatan aman (secure) ketika pengasuh menerima, peka dan tanggap terhadap sinyal seorang bayi serta dapat mengekspresikan afeksi terhadap bayi. Bayi yang memiliki kelekatan aman sejak awalkehidupan akan menjadi pribadi yang lebih gembira dan kurang mengalami frustrasi saat usia 2tahundibandingkan dengan bayi yang memiliki kelekatan tidak aman (insecure-avoidantdan insecure-ambivalent). Tipe kelekatan ini akan mempengaruhi kesiapan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas di kemudian hari. Anak yang mempunyai kelekatanamandapat bergerak jauh lebih bebas meskipun berpisah dengan ibunya. Anak tersebut percaya bahwa ibu atau pengasuhnya tetap ada ketika dibutuhkan (Nasution, 2016).

 

Cara mengurangi insecurepada anak

Menurut Schaefer & millman 1981, ada beberapa metode penanganan yaitu :

  1. Menerima anak dan menenangkan hatinya.
  2. Gunakan bermacam – macam strategi dan cara untuk mengatasi kecemasan.
  3. Mendorong anak dalam mengekspresikan perasaannya.
  4. Meningkatkan pemahaman dan dan pemecahan masalah.
  5. Meminta bantuan pada profesional.

 

— Artikel dibuat oleh tim Imbang Diri —

Referensi

Robert J. Taormina a, Ruinan Sunb. (2015). Antecedents and Outcomes of Psychological Insecurity and Interpersonal Trust Among Chinese People. 173 – 185

Jingyi Lu, Yi Zhang, and Jiayi Li. (2018). Interpersonal Insecurity and Risk-Taking Propensity Across Domains and Around the Globe.  1 – 10.

Vasta, R, Miller, S.A dan Ellis, S, Child Psychology, (New Jersey : John Wiley & Sons, 2004) hlm 33

Nurhidayah, S. (2011). Kelekatan (atatchment) dan pembentukan karakter. Turats, 7(2), 78-83

Brumariu, L.E., Kerns, K.A., & Seibert, A. (2012). Mother-child attachment, emotion regulation, and anxietysymptomps in middle childhood. Journal of The International Association for Relationship Research, 19(3), 569-585

Nasution, F. (2016). Peran kualitas kemelekatan anak terhadap perilaku sosial. Raudhah, 4(2)

Santrock, J. W., & Develompment, L. S. (2007). Jilid I. Jakarta: Erlangga