Dulu aku sangat rindu bisa pulang ke rumah. Menghabiskan sepertiga hari di sekolah dan selalu bersama dengan teman-teman. Melihat masa depan yang seakan masih panjang, membuatku terlalu nyaman. Tahun 2020 seperti alarm yang membangunkanku. Rasanya seperti terbangun di dunia parallel. Keadaan dimana semua orang harus tinggal di rumah, kegiatan ekonomi yang mulai menurun, hingga rutinitas yang berubah total.

Bosan. Itu satu kata yang selalu ada setiap bangun pagi hingga malam menjelang tidur. Pada masa itu, aku masih berpegang teguh pada satu prinsip yang tidak hanya membuatku bisa belajar tetapi juga ada waktu sendiri. Situasi yang selalu aku bangun berdasar pada prinsip itu selalu memfokuskan belajar di sekolah dan bisa beristirahat si rumah. Situasi ini membuatku kualahan, terutama mengadaptasi prinsip belajar yang baru. Aku terlena dengan kenyamanan untuk berada di rumah waktu itu. Terkadang sering terlintas bahwa ada yang kurang dari apa yang semestinya aku rasakan pada saat itu. Banyak hal yang bisa kulakukan tetapi terlalu bingung, bagaimana cara memulainya?

Selama berminggu-minggu aku mengikuti pelajaran online dan di waktu luang aku masih mengamati saham. Investasi saham sudah aku mulai sejak Desember 2019, dari situ rasa ingin tahu terhadap dunia ekonomi membawaku menjelajahi penggerak ekonomi dunia. Tapi, semua itu sudah menjadi sebuah rutinitas jauh sebelum pandemi ini melanda. Setiap malam aku bertanya kepada diriku, apa yang bisa aku lakukan? Banyak mimpiku yang telah gagal dan aku tidak mau kembali ke tempat yang sama dengan membuang waktu yang tersedia berlimpah pada saat seperti ini. Awal mulanya, aku sedang chatting dengan seorang perempuan. Aku bertanya kepadanya tentang kegiatan apa yang ia lakukan untuk mengisi waktu luangnya. Pertama kali mendengarnya aku sangat kaget. Membaca buku katanya. Dia bisa mengisi waktunya dengan hal berguna, sedangkan aku bermalas-malasan di kamar. Aku sangat bersyukur karena momen itu aku mampu membangun motivasiku untuk membaca buku yang telah lama kutinggalkan. Aku mencoba kembali membaca buku dan menuliskan intisarinya disebuah jurnal. Terlihat sederhana, tetapi aku merasa lebih puas dengan diriku.

Beberapa minggu setelah berhasil menyelesaikan satu buku, aku masih merasa ada kehampaan dalam diriku. Aku ingin bisa menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat. Tapi Apa? Seketika aku teringat akan saham. Sebuah ilmu penting yang baik jika dimanfaatkan secara cerdas dan bijaksana tentunya. Dari sudut pandangku, teman-teman seumuranku masih sangat sedikit yang tahu tentang saham apalagi yang berpengetahuan dibidang itu. Sudah bergelut di investasi selama beberapa bulan membuatku sadar akan pentingnya investasi sedini mungkin. Suatu solusi yang jarang terpikir oleh anak muda. Mereka terlalu fokus untuk berfoya dan eksistensi mengoyak keuangan mereka secara perlahan. Sekolah juga hanya mengajarkan kita untuk memiliki mindset sebagai pekerja dan mendapatkan uang. Hal ini tentu miris bagiku untuk menjadi bagian dari lingkungan sosial yang masih “buta” akan masa depannya.

Cita-citaku sederhana. Bisa membantu dan berguna di masyarakat. Dengan apa aku bisa membantu, itu adalah cita-cita lain yang harus ku realisasikan terlebih dulu. Dengan pengalaman dan pengetahuanku di dunia saham, aku ingin berbagi kepada mereka yang berminat maupun mereka yang sama sekali belum ada gambaran tentang apa itu saham. Aku memutuskan untuk membangun akun instagram untuk berbagi ilmu sekaligus memanfaatkan besarnya pasar media sosial untuk memperluas jangkauan kami. Kami akhirnya berkomitmen untuk membangun ini bersama-sama dan dari sini aku mulai merasakan kekosongan yang dulu aku rasakan mulai terpenuhi. Perlahan tapi pasti.

Dari sini lahirlah invest.yuk, sebuah hasil dari komitmen kami untuk berbagi ilmu dengan anak-anak muda Indonesia membahas dunia investasi. Berdua, kami mengusahakan konsistensi konten setiap minggunya dan terus mengolah sentimen- sentimen pasar setiap pagi agar bisa lebih mudah dipahami. Banyak hal positif yang aku dapatkan selain bisa meluangkan waktu berbagi bersama orang lain. Aku juga mengasah kemampuanku secara pribadi melalui setiap Langkah yang kami buat untuk mengembangkan manfaat dari invest.yuk.

Ada satu hal penting yang aku dapatkan melalui konflik batin selama perjalanan Masa Muda yang Kosong. Keyakinan memang penting tetapi aksi akan memiliki hasil yang tidak dimiliki mereka yang tinggal diam. Masih banyak cara kita untuk bisa mengembangkan diri. Isi waktu dengan hal-hal berguna selama waktu masih panjang, karena penyesalan di hari nanti tidak akan merubah apapun dari apa yang kamu bangun.

Penulis: Jonathan William