Saat ini, isu kesehatan mental sudah tak asing lagi untuk didengar. Banyak media yang mulai mengkampanyekan mengenai permasalahan kesehatan mental. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka. 

Seperti layaknya kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 ini, mental kita rentan terganggu dengan berita mengenai Covid- 19 yang menyebabkan kecemasan berlebih, hingga kebijakan pemerintah mengenai physical distancing yang membuat kita stres karena harus di rumah saja. Oleh karena itu, mental kita perlu dijaga agar tetap dalam kondisi optimal dan bisa melakukan kegiatan dengan lancar. 

Berikut ini adalah cara menjaga kesehatan mental yang biasa aku lakukan, yaitu : 

  1. Menerima segala emosi yang dirasakan 

Bentuk emosi bermacam-macam dari yang positif hingga negatif. Maka terimalah bentuk-bentuk emosi itu. Seperti, marah, senang, takut, sedih, kecewa, dan lain sebagainya. Emosi merupakan hal wajar yang bisa dirasakan semua orang. Oleh sebab itu, tak mengapa bila kita merasa sedih, kecewa, ataupun senang. 

  1. Mensupport diri sendiri 

Setelah menerima emosi yang kita rasakan dan menyadari akan ada emosi itu maka yang perlu kita lakukan adalah mendukung diri sendiri. Mendukung diri dapat dilakukan melalui komunikasi dengan diri sendiri atau self-talk seperti : “Iya nggak papa diriku kamu hari ini kecewa, sedih bahkan marah. Tapi, tetap semangat untuk hari esok! Ayo bangkit!” 

Selain support system dari orang lain, dukungan dari diri sendiri tak kalah penting. Sekalipun orang lain memberikan dukungan kepada kita kalau bukan dari keinginan kita sendiri untuk berubah maka dukungan orang lain tidak akan berguna. 

  1. Melakukan katarsis 

Katarsis merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk mengungkapkan emosi yang sedang kita dirasakan. Salah satu cara mengungkapkan emosi yaitu dengan menulis. Di era digital ini menulis tidak hanya dengan bolpoin dan buku tetapi bisa melalui aplikasi di smartphone yang dapat digunakan dengan mudah. Seperti menulis di blog atau menulis diary melalui aplikasi gratis yang dapat diunduh smartphone

  1. Menghargai dan mencintai diri sendiri 

Mengapreasiasi segala usaha yang telah dilakukan oleh diri sendiri itu perlu dilakukan. Seperti layaknya dalam sebuah perlombaan, apabila diri kita kalah maka harus tetap diapresiasi. Apresiasi ini bisa dalam bentuk ucapan terimakasih atau memberikan hadiah pada diri sendiri. 

Apresiasi juga merupakan bentuk mencintai diri sendiri. Karena perihal mencintai diri sendiri bukan hanya sekedar skincare-an tetapi juga apresiasi usaha diri sendiri dalam melalui kehidupan ini. 

  1. Menjaga kesehatan fisik 

Kesehatan fisik saling berhubungan dengan kesehatan mental. Apabila fisik kita bugar maka kesehatan mental kita juga ikut bugar. Seperti contoh apabila kita menjaga pola makan sehat dan olahraga tentu saja akan berpengaruh pada kondisi emosi kita. Kondisi emosi kita akan lebih stabil apabila dalam kondisi fisik yang sehat.

Penulis: Anis Rahmawati