(picture source: google)

#KawanImbang ternyata penting loh untuk mencintai diri sendiri. Namun, mencintai diri tidak serta merta hanya melakukan hal – hal menyenangkan yang tidak memiliki tujuan. Pernah ga sih KawanImbang menyesal dengan diri sendiri karena melakukan sebuah kesalahan? atau membandingkan diri dengan si A dan B karena minder dengan diri sendiri? Yuk KawanImbang berhentilah mengutuk diri, lebih baik simak dulu artikel Imbang Diri kali ini tentang Self-love!

Self-love merupakan bentuk penghargaan untuk diri sendiri yang dilakukan melalui tindakan dalam mendukung pertumbuhan dan membuat kita semakin dewasa. Jadi self-love itu harus selalu mengarah kepada hal positif untuk pengembangan diri kita yaa KawanImbang dan bisa ditingkatkan dengan beberapa cara:

Pertama,KawanImbang harus tahu kondisi atau situasi apa yang mengganggu saat ini. Biasanya seperti menjelang presentasi kerja atau sekolah, krisis di tempat kerja atau di rumah, masalah dengan pasangan, kekasih, rekan kantor atau orang-orang terdekat, atau mungkin peran dan keadaan hidup yang berubah (belum dapat kerjaan atau sedang berduka)

Kedua,sadar akan pikiran dan keyakinan kamu. Setelah KawanImbang kenali kondisi diri, coba lakukan pendekatan dengan bertanya kepada diri sendiri terhadap situasi yang dialami. Mungkin bisa saja KawanImbang berpikir positif, negatif, ataupun netral terhadap situasi tersebut. Tanyakan apakah ini memang tepat untuk dikeluhkan atau diratapi? Apakah keluhan atau situasi ini perlu diceritakankepada teman? Jika tidak, maka KawanImbang perlu sadar, kalau hal itu hanya akan menguras energi dan membawa pengaruh negatif.

Ketiga,mulailah untuk berpikir positif. Fokus pada hal-hal yang baik, KawanImbang bisa menggunakan ungkapan dengan penuh harapan jika sedang mengalami sesuatu yang sulit, contohnya “walaupun ini sulit, tapi aku bisa kok melewati situasi ini”. Dengan begitu, kita dapat lebih mudah belajar dari pengalaman dan menggunakan cara baru dikesempatan berikutnya. Selain itu cobalah untuk menghindari pernyataan dengan penggunaan “harus” karena kata tersebut hanya akan memberikan tuntutan lebih pada diri kita. Terbukalah untuk berpikir secara fakta dan logika semuanya tidak melulu soal perasaan kok, kita juga perlu realistis terhadap sesuatu.

Jadikanlah pikiran negatif kita sebagai acuan untuk mencari jalan keluar dari situasi yang tidak mengenakkan dengan merespon secara positif. Misalnya, kita tidak puas dengan hasil presentasi kelompok di kelas karena tidak sempurna, tapi mungkin kekompakan dari kerjasama kelompok yang membuat presentasi tersebut lebih bernilai dari pada hasil akhirnya. Lihatlah situasi tersebut dari berbagai sudut pandang agar kita tidak terlena dengan pikiran negatif saja.

Berpikir positif juga bisa dimulai dengan menjaga kesehatan fisik loh KawanImbang, cobalah dengan berolahraga tiga kali seminggu, perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran, kurangi permen, junk food, dan lemak hewani.

Last but not least, mulai sekarang bersyukur dan merasa cukuplah setiap hari, serta jangan lupa untuk selalu maafkan dirimu, karena lagi-lagi tidak ada yang sempurna di dunia ini it’s okay not to be okaykok. Perlu KwanImbang pahami bahwa setiap individu pasti pernah berbuat salah, tapi belum tentu orang tersebut jahat bukan? begitupun dengan diri kita.

Salam Sehat!

Love.Spirit.Inspire~

Referensi:

  1. Khoshaba, D. (2012). A seven-step prescription for self-love. Psychology Today. Retrieved fromhttps://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love
  2. Mayo Clinic Staff. Self-esteem: Take steps to feel better about yourself. Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/self-esteem/art-20045374