(pic source;: google)

Halo #KawanImbang! Bagaimana kabar kalian selama quarantineini? Mungkin sebagian orang mengaku kesulitan dalam menghadapi situasi seperti ini karena merasa kurang produktif atau motivasi. Walaupun menjalani segala sesuatu dari rumah, ada banyak hal- hal penting yang masih harus tetap kita lakukan, bukan? Seperti tugas sekolah, pekerjaan, dan membersihkan rumah. Maka dari itu, kita harus menjadwalkan waktu kita untuk menghindari prokrastinasi atau sikap menunda-nunda waktu. Yuk kia cari tahu dulu sebenarnya apa sih itu prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah sebuah bentuk penyimpangan karena termasuk pelanggaran norma. Namun, nyatanya dengan pesatnya kemajuan teknologi, orang-orang justru cenderung untuk menunda-nunda sehingga prokrastinasi lebih tepat disebut sebagai norma sosial.

Menurut Laeus (2015), penundaan adalah penghindaran dalam melakukan suatu tugas yang perlu diselesaikan. Orang yang menunda-nunda cenderung untuk mengutamakan tugas yang kurang mendesak dibandingkan dengan tugas yang bersifat medesak.

Ternyata, seorang yang suka menunda-nunda dibedakan menjadi dua tipe menurut Kims (2015). Pertama, Orang yang suka menunda-nunda yang bersifat optimis. Mereka akan mengutarakan niatnya namun tidak mengkhawatirkannya dan yakin bahwa mereka akan berhasil pada akhirnya walaupun tugas itu dilakukannya nanti ataupun sekarang. Mereka melebih-lebihkan kemampuan yang mereka miliki dan meremehkan waktu yang mereka miliki untuk dapat menyelesaikan tugas.

Kedua, adalah tipe orang yang suka menunda-nunda karena mereka tidak tahu cara untuk menyelesaikan suatu tugas. Mereka merasa tidak berkompeten dan merasa takut jika keterlibatan mereka dalam suatu tugas tersebut justru akan membuktikan ketidakmampuan mereka. Maka mereka menunda-nunda pekerjaannya untuk menghindari pengalaman yang tidak menyenangkan.

Kawan Imbang, perlu kita sadari bahwa orang-orang sangat terbiasa dengan penundaan perilaku dan penundaan putusan. Lalu, apa bedanya, ya?

Penundaan perilaku merupakan sabotase diri yang memungkinkan orang untuk mengalihkan kesalahan dan menghindari suatu  tindakan, misalnya jika ada siswa yang mendapat nilai ujian yang buruk dan beralasan karena telah menunda- nunda.  Orang yang menunda-nunda seperti ini  dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan mental karena stress.

Sedangan penundaan putusan yaitu menunda pengambilan keputusan ketika menghadapi konflik atau pilihan. Mereka bersikap perfeksionis dan takut membuat kesalahan. Akibatnya, mereka akan mencoba terlebih dahulu sebelum mempraktikannya dan mencari banyak informasi untuk mendukung keberhasilan dari apa yang akan mereka putuskan.

Bagaimana Kawan Imbang? Apakah sampai sini ada yang relate? Apakah kamu termasuk tipe orang yang suka menunda-nunda? Semoga saja tidak yaa kawan imbang, karena ternyata perilaku menunda-nunda dapat membuat kita merasa malu dan menyebabkan masalah kesehatan mental jika dilakukan berulang kali lho!. Maka dari itu, gunakan waktu kita sebaik mungkin dan mengatur waktu kita seefisien mungkin, yaaa tetap semangat dan produktif !

Salam sehat!

 

Laeus ( 2015) “An Analysis of Teachers’ General Tendency to Procrastinate, Perception of Professional Efficiency/ Self Efficiency and AltrDewitte & Lens (2010). Psychology and Economics; Evidence from the Field ‘’ Journal of Economic Literature 47; 315-37.

Langton (2016)Procrastinating. Journal for the Theory of Social Behavior, 11, 207-221.

Kims (2015)What are the Major Disadvantages of Procrastination? Retrieved from http://ezinearticles.com/?What-Are-The-Major-isadvantages-of- Procrastination?&id=1087177

Adeniyi Adewale (2019) The Impact of Procrastination on Students Academic Performance in Secondary School. International Journal of Sociology and Anthropology Research