Sebelum membahas tentang sehat mental di masa new normal ala saya, ada baiknya kita mengetahui dulu apasih new normal itu. Menurut bapak Wiku Adisasmita, dalam konferensi pers “Update Tim Pakar: Penanganan COVID-19 Respon dan Transformasi” beliau mengatakan bahwa new normal adalah keadaan baru dimana kita harus adaptasi beraktivitas seperti biasa tetapi dengan menerapkan protokol yang telah ditentukan. Salah satunya yaitu, mengurangi kontak fisik dengan orang lain atau menghindari kerumunan. Pada poin ini dijelaskan bahwa, sebisa mungkin kita harus mengurangi kegiatan tatap muka dengan orang lain sehingga, mengharuskan kita untuk Work From Home. Apalagi untuk para Mahasiswa, sangat terasa dampaknya dalam masalah ini karena, KEMENDIKBUD telah memutuskan kuliah daring diperpanjang sampai batas waktu yang telah ditentukan, dengan harapan dapat memutus rantai penularan covid-19

Setelah keputusan itu dipublikasikan, saya sempat mengalami stress dan sangat tertekan. Teringat goals dan planning tahun ini yang mau tidak mau harus tertunda dulu. Momen ini mengingatkan saya bahwa, manusia memang hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Dalam keadaan seperti ini saya tidak mungkin hanya akan bersedih dan meratapi keadaan. Setelah 1-2 hari merasa sedih, saya mulai menerima dan menyadari keadaan adalah cara pertama saya bangkit dari keterpurukan atau sering disebut Resiliency yaitu Bouncing back and beyond. Menurut saya kunci dalam situasi krisis seperti ini adalah beradaptasi. Kita harus bisa cepat beradaptasi dengan keadaan dan percaya bahwa ini hanya sementara. Meskipun susah, menurut pakar Psikolog Analisa Widyaningrum dalam salahsatu webinar yang saya ikuti, yang dapat survive di masa seperti ini adalah mereka yang dapat beradaptasi menerima keadaan. Masa pandemi ini adalah reminder untuk saya bahwa hidup itu penuh dengan ketidakpastian. Maka dari itu, lebih baik untuk kita memeprsiapkan segala hal dengan matang dan pastinya tidak lupa untuk lowering our expectation. 

Dalam webinar yang pernah saya ikuti, Psikolog Analisa Widyaningrum mengatakan, ada beberapa cara agar mental kita siap untuk menghadapi new normal, diantaranya :

  1. Jurnaling: Analisa mengungkapkan bahwa ada riset mengatakan menulis dapat mengurangi stress
  2. Exploring hobi atau kegiatan yg belum pernah dilakukan 
  3. Inhale dan exhale (olahraga) 
  4. Perbanyak ilmu dan pengetahuan melalui webinar atau online class

 

A. Kegiatan yang saya lakukan di masa new normal dalam rangka untuk menjaga kesehatan mental saya :

  1. Challenge Membuat list apa yang telah saya lakukan dalam seharian

Ya, disini saya tidak membuat apa yang akan saya lakukan dalam seharian tetapi, membuat apa yang telah saya lakukan dalam seharian. Dengan tujuan, saya dapat melakukan lebih dari apa yang bisa saya lakukan dalam rangka explore hal-hal baru dan dapat menjadi refleksi diri setelahnya. Berikut salah satu contoh layout yang saya buat 

Dalam layout berisi list apa yang telah saya lakukan, apa yang telah saya pelajari dan QOTD. Challenge ini saya lakukan bersama teman saya, dengan harapan kita dapat berbagi ilmu dan pengetahuan baru melalui kolom “apa yang telah kamu pelajari” dan sebagai reminder untuk kita melalui kolom “QOTD”. Jadi, challenge dikirim pada saat malam hari ketika kita selesai berkegiatan. Waktu yang sangat baik untuk kita ingat kembali dan bersyukur atas apa yang telah kita lalui dalam seharian. 

       2. Perbanyak ilmu pengetahuan #StayProductive

Jika #diRumahAja tidak melakukan apa-apa alias rebahan scroll social media dari pagi sampai pagi lagi, pasti sangat merugi karena, kita telah membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Maka dari itu saya membuat target dalam seminggu setidaknya 4-5 webinar saya ikuti dalam rangka, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan baru  

Di atas adalah schedule saya pada bulan juni kemarin. Terdapat bermacam-macam webinar yang saya ikuti dimulai dari psikologi, medical, public speaking, perencanaan keuangan dll. Ini adalah salahsatu kegiatan favorit saya, yang membuat saya merasa lebih alive dengan ilmu yang telah saya dapatkan. 

 

3. Exercise 

Kegiatan yang selalu ada dalam list harian saya yaitu, olahraga. Karena saya tidak bisa olahraga berat jadi, saya sering melakukan yoga, pilates, body method dan semacamnya. Olahraga yang hampir tidak membutuhkan biaya, hanya bermodalkan SmartPhone dan matras. Saya biasanya melihat tutorial dari youtube. Selain praktis dan ekonomis, olahraga ini dapat dilakukan dimana saja. Menurut Setyo Adi dalam bukunya “PERAN OLAHRAGA SEBAGAI SUMBER KEKUATAN MENGHADAPI PENYAKIT KANKER” selain dapat menurangi stress, olahraga juga dapat menghasilkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenaline, serotonin, dopamine, dan endorphin yang berperan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam penelitian ahli ilmu jiwa dari California (1984) juga menunjukkan bahwa, hasil olahraga teratur dapat mengobati gangguan emosional. Dari pemaparan tersebut, dapat disimpulkan olahraga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh maupun mental. 

4. Explore hobi dan hal-hal baru 

Hobi saya adalah photography tetapi, karena banyak waktu luang saya mencoba hal-hal baru diluar photography seperti contohnya gardening dan menggambar yang ternyata tidak kalah seru.

Di atas adalah gambar dari #HobimMenjadiRezeki. Di masa pandemi memang keadaan dimana, kita dipaksa untuk berpikir kreatif dalam rangka, usaha untuk menstabilkan financial. Ini adalah salahsatu usaha keluarga saya selama pandemic, yang ternyata tanaman menjadi kegemaran baru semua orang. Mereka berlomba untuk merawat tanaman penghias rumah. Sebuah peluang usaha yang tidak mungkin kami sia-siakan. Berawal dari koleksi pribadi, sekarang bisa menjadi bisnis pembawa rezeki. 

5. Menulis 

Selain jurnaling membuat list kegiatan. Terkadang, saya juga menulis tentang ide yag tiba-tiba suka muncul. Saya menulis ide-ide dan perencanaan dengan harapan setelah pandemi  berakhir dapat segera di eksekusi. Menurut Rhaka Ghanisatria co-founder menjadi manusia dalam salahsatu webinarnya yang saya ikuti mengatakan, jika kita punya ide segera tulis di atas kertas agar tidak lupa dan menulis dapat memunculkan ide-ide yang lain sehingga rencana akan menjadi semakin matang. 

Di atas adalah buku yang berisi catatan webinar, perasaan dan ide-ide saya. Saya sangat menikmati waktu ketika menulis. Menurut PijarPsikologi menulis adalah salahsatu strategi stress coping yaitu kegiatan untuk mengendalikan, menoleransi, atau mengurangi situasi yang memicu stress. 


B. Tips sehat mental ala saya :

1. Kurangi durasi scroll social media

Percayalah, media masa penuh dengan toxic jika tidak bijak dalam pengguananya. Membuat kita kewalahan dengan harapan-harapan dan lupa caranya bersyukur. Tetapi, tidak dapat dipungkiri smartphone memang menjadi kebutuhan di era sekarang sebagai sarana komunikasi utama, Saya sering melakukan kegiatan ini jika dirasa memang perlu untuk healing, merasa sesak dan penat tetapi tidak tahu penyebabnya. Fokus pada kegiatan real life beberapa saat membuat kita merasa lebih terarah kembali.  

2. Decreasing informasi 

Setiap dari kita harus tau batasan diri untuk menerima informasi dari luar. Memilah informasi yang tidak perlu dan tidak berdampak bagi kehidupan kita itu sangat perlu. Jika semua informasi kita terima dan kita tidak kuat untuk menampungnya, akan menimbulkan masalah psikologi, jelas Psikolog Analisa dalam salahsatu webinarnya. 

3. Keep your positive circle

Sangat perlu bagi kita untuk menentukan circle pertemanan. Pilih pertemanan atau lingkungan yang mendukung kita untuk tumbuh, senantiasa membuat kita positive tetapi bukan toxic positivity. Yaitu, lingkungan yang dapat mendengarkan segala keluh kesah kita, dan dapat menunjukkan jalan sesuai realita. Lingkungan yang bukan hanya memberikan harapan tetapi dapat menunjukkan arah yang benar. Menurut William seorang positif psikologi dalam salahsatu webinar yang saya ikuti mengatakan, True Positive tidak bermain dengan kata-kata. 

4. Love youself

Jangan memaksa diri untuk bertindak lebih, kita mempunyai batas maximal. Jika kita paksakan, diri kita senidiri yang akan merugi. Perbanyak self talk dan terimakasihlah pada dirimu sendiri yang telah bertahan sampai detik ini. jangan pernah menyesali keadaan. Everything happened for a reason. Tidak masalah jika menangis, marah, sedih tetapi jangan lama-lama, kita harus bisa bangkit kembali. ketahuilah, bahwa dirimu pantas untuk hidup dan mendapatkan kebahagiaan. 

5. Tingkatkan iman dan “never stop counting your blessing

Salah satu dampak positive dari pandemic, kita mempunyai waktu lebih dan menjadikanya sebagai ajang pengingat diri untuk lebih bersyukur pada Tuhan. Sebagai pengingat bahwa, hanya Tuhan lah satu-satunya tempat untuk kita menggantugkan harapan dan memasrahkan diri. Semua terjadi atas kehendakNya maka, kepadaNya lah kita berhak berdoa.

C. Manfaat 

Ada banyak manfaat dari kegiatan yang telah saya lakukan selama pandemi, diantaranya:

  1. Menjadi tahu potensi diri yang tersembunyi 
  2. Kembali on track dan menjadi lebih fokus pada tujuan 
  3. Merasa pribadi yang memiliki value karena telah dapat mengetahui kemauan diri
  4. Tidak mudah stress dan lebih mudah menghandle perubahan dengan baik karena telah berhasil bouncing back dari keterpurukan and beyond (Resiliency
  5. Merasa lebih ikhlas dalam bertindak karena menyadari bahwa, satu-satunya hal yang dapat kita kontrol adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Secara tidak langsung mempunyai motivasi diri untuk selalu berusaha bertumbuh, berubah menjadi pribadi yang lebih baik. 
  6. Damai lahir dan batin 
  7. Memiliki pandangan yang positive terhadap masa depan
  8. Dapat mengetahui strength dan weakness diri dari exploring kegiatan 
  9. Dapat lebih menghargai diri 
  10. Dapat mudah bersyukur tanpa membandingkan 

 

Penulis: Lailatul Maghfiroh Azzakiyah

Source :

  1. Adi, Setyo Banu.2010.Jurnal “PERAN OLAHRAGA SEBAGAI SUMBER KEKUATAN MENGHADAP PENYAKIT KANKER”.Vol:VI,No 1,April 2010:31-40
  2. https://pijarpsikologi.org/menulis-ekspresif-cara-mudah-lepas-dari-stres/ 
  3. https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/20/063100865/mengenal-apa-itu-new-normal-di-tengah-pandemi-corona-