Jumat, 12 juni 2020 komunitas Imbang Diri melangsungkan kegiatan diskusi online yang keempat Talk With Usdan seminar internasional pertama kali yang diadakan Imbang Diri yaitu bertema  “ Mental Health Through Global Perspective”. Diskusi kali ini diisi oleh beberapa pemateri diantaranya ada Bruno Gumerato dari Brazil dia seorang Education Activist, Amany Abo Ali dari Mesir seorang Medical Student yang sedang menyelesaikan clinical stagenya, I gusti Ayu Agung Diah Harini dari Indonesia seorang Medical Student dan seorang Natioal Coordinator of International affairs of ISMKI 2020, lalu yang terakhir adalah Basant Katamesh dari mesir, dia adalah seorang medical student yang sedang menyelesaikan clinical stagenya juga. Lima pemateri tersebuut akan menyampaikan sebuah materi seputar Kesehatan mental dari perspektif dunia, yang juga ternyata seluruh dunia juga mengalami hal serupa tidak hanya di Indonesia, yaitu krisis kesadaran mental.

Seperti yang kita tahu bahwa Mental Illnessadalah 1 dari 4 masalah utama permasalahan Kesehatan yang sedang dialami oleh negara berkembang, tetapi di Indonesia sendiri sangat kurang sekali kepedulian terhadap Mental Health tersebut. Bahkan tidak banyak menyebutkan bahwa Kesehatan mental adalah sesuatu yang tidak bisa disembuhkan, dan lebih parahnya lagi masyarakat masih menganggap hal tersebut adalah hal yang tabu untuk dibahas. Padahal demi untuk membenahi sesuatu, kita harus membenahi masalah tersebut sekalipun itu tabu. Edukasi terhadap masyarakat luas sangat lah kurang, terbukti banyak orang di beberapa negara menganggap bahwa ini bukan masalah serius. Yang harus dilakukan adalah harus memberikan edukasi berupa tanda dan gejala yang termasuk mempengaruhi Mental Health, karena dengan begitu masyarakat akan dengan mudah dalam mengenali sesuatu, bahkan seseorang akan lebih tau lebih dalam terkait apa yang dialami tubuhnya sendiri. Yang kedua adalah bagaimana pendekatan terhadap mereka yang memiliki Mental Illnes, setiap orang yang mengalami sakit fisik maupun mental, memiliki pendekatan yang berbeda dikarenakan memang yang mereka butuhkan juga berbeda. Terlebih lagi dalam hal Mental Illness ini jarang ditemui masyarakat, satu Langkah kita yang kita anggap benar, mungkin bisa jadi kurang tepat ketika menghadapi pasien Mental Illness. Yang ketiga adalah mencari tahu efek dan factor resiko dari kelainan mental tersebut, dengan begitu kita bisa mencegah apa yang akan terjadi bila hal tersebut kembali lagi ke dalam lingkungan kita atau negara kita. Dan yang terakhir adalah dengan harus berani berbicara tentang masalah tersebut. Sebenarnya, hal tersebut mungkin banyak yang mengenali, tetapi ketika seseorang berani berbicara tetapi tidak didukung teman yang sependapat, maka akan terjadi tidak percaya diri dan jika satu saja yang berbicara akan mudah di patahkan oleh persoalan lain yang di bantu oleh banyak orang. Seharusnya semua permasalahan itu sama saja, sama pentingnya, sama beratnya dan sama susahnya untuk dihadapi. Kuncinya adalah mana yang lebih penting untuk di hadapi, bukan berarti masalah yang lain di acuhkan. Tetapi dalam menghadapi sesuatu kita harus menentukan derajat klasifikasi dalam masalah yang akan kita hadapi kedepan.

Diskusi online ini dikemas dengan pemaparan materi singkat dari ke lima pemateri tersebut. Lalu dilanjutkan oleh sesi tanya jawab oleh partisipan via meeting roomdi aplikasiZoom. Antusiasme partisipan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditujukuan untuk setiap pemateri. Acara tersebut diikuti oleh 1.977 partisipan dari berbagai penjuru dunia. Hasil rangkuman materi dan tanya jawab dari partisipan pada kesempatan ini akan dipublikasikan di Instagram @imbangdiri sebagai feedback dari tim pelaksana. Harapan dari diskusi tersebut adalah lebih menyadarkan kepada seluruh dunia, mungkin memang terlalu besar tapi kita bisa mulai dari diri kita sendiri bahwa Mental Illness itu memang benar ada, dan masing – masing individu seharusnya wajib untuk mengetahui. Dan ketika sudah mengetahui maka silahkan laporkan kepada orang yang lebih ahli pada bidangnya. Agar kita juga dapat mengurangi angka Mental Illness di lingkungan kita sendiri. Dalam waktu dekat, ImbangDiri akan Kembali mengadakan diskusi online dengan materi yang tidak kalah penting untuk diketahui oleh masyarakat terutama kalangan remaja.

Gambar : Partisipan TWU Batch 4

Gambar : Penyampaian pemateri oleh  Bruno Gumerato dari Brazil