Jumat, 26 Juni 2020 komunitas Imbang Diri melangsungkan kegiatan diskusi online yang kelima Talk With US yang bertema “ Diversity is Identity ”. Diskusi kali ini diisi oleh beberapa pemateri yaitu Naura Aurelia seorang mahasiswi yang menuntut ilmu di University, Evi Anggraeni HR. S.Si yang menjadi Master Student in Biotechnology, Chulalongkorn University. Yang terakhir yaitu  Olwah Bwefar Alhamid yang pernah meraih penghargaan Puteri Indonesia Intelegensia tahun 2015. Tiga pemateri tersebut akan menyampaikan sebuah materi seputar Perbedaan yang terjadi ketika sebuah kaum minoritas terjun ke dalam sebuah lingkungan mayoritas, dan juga membahas permasalahan yang dialami ketika menjadi kaum minoritas. Yang juga tak jarang di seluruh dunia juga terjadi hal tersebut.

Sebuah diskriminasi terkadang tak jarang juga kita temui, terlebih lagi untuk kaum minoritas yang ada di dunia ini. Akibat diskriminasi dapat di lihat dari betapa banyaknya sebuah masalah Mental Illness yang terjadi dikarenakan hal tersebut. Banyak yang gila, tidak mau keluar, kurang pergaulan (kuper) dan hal yang lainnya. Sebagai orang yang mengalami hal seperti itu pasti akan merasakan takut untuk berbuat sesuatu, dikarenakan pasti banyak orang yang bersiap untuk melakukan perlakuan negative kepada orang tersebut. Beberapa solusi yang bisa kita lakukan ketika kita melihat seprti itu adalah kita harus memberi support terhadap korban yang telah mengalami hal tersebut, karena hal itu pasti sangat menyakiti dirinya. Ketika dia berucap cukup dengarkan, mungkin bisa sesekali memberi saran. Dan kita juga bisa memberikan dia perlindungan ketika sesuatu terjadi kepada dia, dengan cara tetap mengalihkan pandangan dia terhadap pelaku penindas minoritas. Dengan begitu kita membiasakan dia untuk mengacuhkan apa yang terjadi disekitar dan membantu untuk menyaring apa yang terjadi di kehidupan dia, sehingga dia dapat meneruskan yang terjadi dalam hidupnya. Dengan begitu, dia dapat memilah apa yang terjadi, seberat apapun dan sepanjang apapun masalahnya, karena dia sudah memiliki cara untuk menangani masalah tersebut dengan tenang. Menjadi sebuah minoritas sebenarnya tidak menjadi masalah, yang benar adalah kaum mayoritas seharusnya mengajak kaum minoritas untuk bergabung, bukan malah menindas. Memberikan sebuah perbedaan yang baik juga menjadi sebuah cara alternatif untuk mencari sebuah hormat. Karena, dengan begitu kaum mayoritas akan menghargai dan pastinya akan memberikan hormat untuk dia yang bisa memberikan perbedaan yang baik.

Diskusi online ini dikemas dengan pemaparan materi singkat dari tiga pemateri tersebut. lalu dilanjutkan oleh sesi tanya jawab oleh partisipan via meeting room di aplikasi Zoom. Acara tersebut diikuti 150 lebih partisipan. Hasil rangkuman materi dan tanya jawab dari partisipan pada kesempatan ini akan di publikasikan di Instagram @imbangdiri sebagai feedback dari tim pelaksana. Harapan dari diskusi tersebut adalah sebagai kaum minoritas jangan lah ragu ragu untuk membuat perbedaan yang baik dimanapun berada, dengan perbedaan itu kita bisa mendapatakan sebuah hormat dari orang yang lainnya demi untuk mengurangi penindasan sebagai kaum minoritas. Dan, untuk kaum mayoritas jangan lah berbuat seenaknya walaupun kamu besar, karena apapun yang kamu lakukan, seburuk apapun yang kamu lakukan, kita sama yaitu seorang manusia yang juga perlu dihormati dan disayangi. Tidak perlu memerlukan sebuah perlakuan buruk untuk menganggap kalian besar. Dalam waktu dekat, ImbangDiri akan kembali mengadakan diskusi online dengan materi yang tidak kalah penting untuk diketahui dan ditunjang dengan pemateri yang sangat mantap.

Gambar : penyampaian materi oleh Naura Aurelia

Gambar : peseta TWU 5