Hear Your Stories

“Laman Hear Your Stories memuat cerita personal maupun pengalaman pribadi #KawanImbang dengan topik kesehatan fisik, kesehatan mental maupun self improvement.”

Perlukah Kita Membandingkan Diri dengan Orang Lain?

-Ainun Nikmah-

Membicarakan tentang perbandingan diri, masih ingat dengan pepatah “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”, artinya apa yang dimiliki oleh orang lain, biasanya memang terlihat lebih indah (lebih baik) dari apa yang kita miliki. Tidak jarang kita sering depresi hanya karena membandingkan diri dengan orang lain.

Perjalanan kecil saya di usia 17 tahun ini, banyakpengembangan diri, proses menjadi, mencari jati diri, ragu akan tujuan, tak jarang untuk iri akan sebuah ambisi, iri hanya karena rupa, harta, dan lain sebagainya. Di usia remaja ini pasti kalian sering berpikir apa sih kelebihan yang aku punya? Apa sih prestasi yang bisa aku raih? Sepertinya aku memang susah untuk menjadi apa-apa.Dia udah tinggi cantik dikenal orang, sedangkan aku apa?” Lalu kalian melihat teman-teman diluar sana telah berhasil menjuarai lomba, menekuni passion-nya, lalu berprestasi lagi dan lagi. Iya, aku sering merasa iri kepada mereka yang telah mengenali kelebihannya, kepada mereka yang bisa banyak berprestasi di usia sepertiku, kepada mereka yang sekedar mudah paham dalam pembelajaran disekolah, kepada mereka yang banyak ikut andil dalam proyek hebat lainnya.

Karena saya termasuk spesies manusia pemikir, jadi apa-apa seperti perlu dipikir. Padahal tidak semua hal perlu kita pikir kan bukan? Jika terus membicarakan kelebihan dan membandingkan diri dengan orang lain, tidak akan pernah ada habisnya.

Ini 4 tips versi aku untuk kalian yang masih sering depresi. Coba yuk belajar fokus dengan diri sendiri, banyak mimpi yang perlu dibangun sendiri tanpa sibuk melihat orang lain.

1. Bersyukur

Iya, mensyukuri dengan semua kemampuan yang sudah Allah titipkan kepada kita. “Jangan malah mengeluh kenapa dia lebih baik ya Allah”, “kenapa dia lebih jago daripada aku” hihi. Padahal aku juga masih sering terlintas begini. Jika sudah mulai kepikiran, yuk tanamkan mindset “ah udah ada porsinya sendiri kok, Allah mah adil dengan hambaNya, tinggal kita usahain yang kenceng, doa yang serius, hasil akhir Allah yang urus yaa

2. Belajar Mencintai Diri

Jika kita susah untuk mencintai diri sendiri, maka mudah bagi kita untuk membandingkan diri dengan orang lain. Salah satu hal yang penting dilakukan dalam self-love adalah menerima diri sendiri. Salah satu kunci self-love adalah menerima kekurangan yang ada dan menyadari kelebihan yang dimiliki.Dan untuk yang sudah terbiasa membandingkan diri karena rupa dengan orang lain pasti ini tidak mudah, tidak apa apa bertumbuh lebih baik juga ada prosesnya kan? Tentunya, ini termasuk dengan menerima kondisi fisik kita, beserta segala kelebihan dan kekurangannya. Di dunia ini tidak ada yang sempurna kok.

3. Menentukan Visi Misi Hidup

Karena dari sejak SMP aku dibimbing untuk menulis peta sama depanku, jadi sampai merasa ketagihan untuk terus menagih diri apa yang mau diraih tahun ini, 3 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan tahun-tahun yang akan datang nanti. Dan selalu seperti “hayo, taun ini mimpi apa yang belum terlaksana, usaha apa yang masih malas dikerjain, sehingga masih banyak yang belum kecapai”, “udah bermanfaat belum buat orang lain?”, “apa masih terlalu sibuk dengan diri sendiri?”

Jadi, dengan adanya visi misi hidup kita akan selalu fokus pada pencapain diri, pada proses diri, sehingga seperti tidak ada waku lagi buat ngeliat atau ngebandingin diri dengan orang lain. Karena kita sendiri sudah mempunyai mimpi yang indah, dan tahu nantinya kita akan ke arah mana. Jangan membebankan diri untuk menjadi lebih unggul dari orang lain. Kamu sudah unggul kok, unggul pada porsimu.

4. Apresiasi Diri

Menurutku, ini yang paling perlu. Selalu mengapresiasi diri, sedikit apapun usaha kita untuk menjadi diri yang lebih baik. “oh iya, aku sudah pernah melakukan ini, aku udah berusaha meninggalkan yang buruk, aku udah berusaha belajar dari kegagalan, aku sudah hebat, belum tentu orang lain sekuat aku” Dengan memberikan apresiasi atau reward kepada diri sendiri, itu bisa membuat kita lebih termotivasi. Iya, terkadang kita sering membandingkan diri karena kita kurang motivasi. Inginnya selalu dimotivasi orang lain padahal motivasi diri sendiri itu yang paling penting.

Jadi masih perlu membandingkan diri dengan orang lain? Boleh kok jika sekedar untuk melihat sebagai pembelajaran diri. Tapi jangan terlalu dibawa beban yaa, ingat Allah telah menakdirkan apa yang terbaik buat kamu, memberikan kelebihan sedari lahir pada hambanya masing-masing. Menetapkan porsinya masing-masing. “oh iya ternyata aku bisa ini, tapi orang lain belum bisa, orang lain bisa itu, ternyata aku masih harus banyak belajar” ini yang selalu aku ingatkan pada diri sendiri. Selalu memberikan energi positif atau prasangka baik pada diri. Jadi jangan risau lagi ya. Yuk mulai belajar fokus, kamu masih muda, mimpimu masih banyak, usahamu sedang menanti untuk dilakukan. Jalanilah sepenuh hati, nikmatilah prosesnya, Insyaallah bakal indah juga kok akhirnya 🙂

#kamuhebat #stopinsecure

Jika kalian merasa berprogres lebih baik setelah melakukan tips ini, DM @imbangdiri yaa dan ceritakan kisahmu

Want to Submit your Stories?